Bewara

HANYA BLOG ARSIP

Blog ini hanya arsip  n tempat tray out. Soo.. jangan heran kalau  tampilannya gonta-ganti .. bila sobat   kebetulan mampir/nyasar kesini. jangan lama2 , ntar kualat.. kembali aja ke blog induknya di :

  1. Saung Web
  2. Saung Link
  3. Link Tea

Thursday, November 26, 2009

Dari Mina Ke Mekah Al Mukaromah


Haji,Lempar Jumrah

Sedikit bernostalgia tentang catatanku Dari Mina Ke Mekah Al Mukaromah saat pelaksanaan Ibadah Haji tahun 2005/2006 tepatnya hari Kamis 12 Januari 2006 (12 Zulhijjah 1426 H), karena mengambil nafar awal maka hari itu adalah hari terakhir di Mina. Saya posting perjalanan pulang Dari Mina Ke Mekah Al Mukaromah karena punya pengalaman yang tak akan terlupakan . Kemudian wukuf di Arafah untuk jemaah haji tahun 2009 ini dilaksanakan Kamis tgl 26 Nopember 2009. Itu berarti mungkin besok semua jemaah haji sudah berangkat menuju padang Arafah.

Alhamdulillah kami diberi kemudahan sejak hari pertama sampai terakhir dalam ritual melempar jumrah dan hari terakhir itu karena banyak ibu2 yang sudah uzur/sakit dan minta di wakili maka ketua rombongan membagi tugas untuk mewakili lempar jumrah tersebut, ini lebih baik dari pada dipaksakan sementara kondisi tak memungkinkan, apalagi tersiar kabar bahwa 2 hari kemarin ada ratusan orang jemaah yang meninggal akibat berdesak-desakan saat melempar jumrah ( Seminggu kemudian baca berita ternyata seluruhnya ada 362 orang jemaah haji yang meninggal saat lempar jumrah ini)... Innalillaahi wa innaa ilaihi raa jiuun. Akhirnya dengan niat ikhlas menolong sesama saya sebagai ketua regu punya beban mewakili melempar 3 jumrah (ula,tsani, dan aqobah) bagi seorang ibu yang sudah berusia lanjut diatas 65 tahun dan berangkat seorang diri karena memang suaminya sudah almarhum.

Wukuf Di Arafah

Masih teringat jelas ketika saya dan istri mau berangkat lempar jumrah, ibu Hj.Yayah R. (Biasa dipanggil Mak Yayah) yang saya wakili tersebut dengan mata berkaca-kaca penuh rasa terima kasih , berkata ” Emak doakan semoga bpk dan Ibu diberi kemudahan seperti hari kemarin. Pokoknya Emak akan tetap tinggal ditenda untuk berdoa dan membaca Al Qur’an sampai bpk dan ibu tiba lagi ditenda dengan selamat ”. Katanya terbata-bata. Entah berkat doanya atau doa siapa, kenyataanya kami diberi kemudahan dalam melempar jumrah itu, tak ada desak2an , rasanya jalan begitu lapang, lancar dan nyantai. Subhanallah.. Ketika kembali ke tenda Mina , tampak Mak Yayah orang desa yang lugu dan polos ini masih khusuk membaca Al Qur’an, dia begitu gembira saat melihat kami datang , kemudian bersujud ,mengucap syukur dan terima kasih. Perlu diketahui bahwa pada tahun 2006 yang lalu tempat melempar jumrah ini hanya dua lantai tidak seperti sekarang yang katanya sudah ditambah menjadi 5 lantai , sehingga pelaksanaanya mungkin akan lebih mudah dan tertib dibandingkan tahun dulu.

Ditinggal Bis Rombongan

Pukul 11.00 WAS sesuai jadwal yang ditetapkan semua rombongan telah bersiap untuk pulang/kembali ke Mekah , satu persatu jamaah ini meninggalkan tenda berebut menuju bis yang telah disediakan., ketika mau berangkat semua anggota regu ribut karena Mak Yayah belum ada , katanya lagi ke Jamban dulu. Waduuh.... akhirnya saya dan istri turun dari Bis maksudnya mau nyusul ke jamban, nyampe di jamban ternyata memang ada . Kami tunggu .. lamaaaa.. sekitar 10 menit baru keluar. Istri saya mengingatkan ” Sabar ya pak.. kasihan si Emak, lagian sebagai ketua regu harus tanggung jawab lho ” katanya menghibur.

Kamipun segera ke tempat bis dan ternyata sudah berangkat.. kami bertiga dan juga sekitar 10 orang yang dari rombongan bis pertama di tinggal oleh rombongan.. akhirnya ikut rombongan Bekasi, tak apa yang penting masih satu Maktab pikirku.

Perjalanan yang melelahkan

Menurut yang saya rasakan bahwa yang paling berat dalam pelaksanaan ibadah haji ketika itu adalah saat perjalanan Arafah, Muzdalifah, Mina kemudian kembali lagi ke Mekkah. Bagai mana tidak, satu bis itu dijatah untuk 2 rombongan ( 90 orang ), otomatis berdiripun sangat berdesakan, walaupun ada AC tetap saja udaranya terasa pengap dan panas. Apalagi katanya ada beberapa bis yang AC nya tidak jalan. Waah kebayang panas dan pengapnya, terus semua kendaraan jalan merayap karena memang selalu macet.

Seperti saat itupun perjalanan terasa pengap dan panas, keringatpun bercucuran. Penumpang di bis ini diperkirakan lebih dari seratus orang, jalan merayap, kadang lama berhenti dulu sementara pintu dan jendela tak boleh dibuka, begitu kata sopir yang orang Yaman itu. Ingin buang air kecil pun terpaksa dengan sekuat tenaga harus ditahan. Subhanallah .. Benar2 kesabaran kita sedang diuji disini

Sempat berpikir dalam hati.. wah teman2 yang duluan berangkat pasti sudah nyampe di Maktab/hotel, terbayang pula mereka sudah beristirahat dikamarnya masing-masing, sementara saya masih berdesakan dalam bis selama 6 jam padahal Jarak antara Mina dan Mekkah hanya 8 km saja. Dalam hati ada sedikit rasa kesal juga , coba tadi Mak Yayah tak ke jamban dulu...

Singkat cerita setelah 6 jam baru tiba kembali di hotel tempat kami menginap dan heran ketika sampai di kamar kok yang lain belum pada datang. Ternyata kami yang ditinggalkan itu tiba lebih dulu. Akhirnya bersyukur juga mungkin ini hikmah dari Mak Yayah yang tadi ke jamban dulu , buru-buru sayapun minta maaf karena tadi dalam hati sempat merasa kesal .. Terima kasih Mak Yayah..

Dua jam kemudian baru datang 2 rombongan lagi (1 Bis) , karena saya ikut KBIH Arofah dan jumlahnya ada 5 rombongan (225 orang) berarti masih 3 rombongan lagi yang belum datang termasuk yang rombongan saya, ditunggu sampai 10 jam masih belum datang juga , akhirnya atas inisiatif KH.Asep salah seorang ketua rombongan/pembimbing dari KBIH yang sudah tiba di maktab mengumpulkan semua anggota KBIH yang telah tiba untuk Sholat hajat, baca surat Yaasin dan berdoa agar rombongan lain juga segera tiba. Satu jam kemudian rombongan terkahir tiba pada pukul 01.00 WAS.. itu berarti dari Mina ke Mekah untuk jarak 8 Km ditempuh selama 13 jam . Katanya penyebabnya selain terjebak macet juga nyasar.

Alhamdulillah setelah semua anggota KBIH tiba di tempat.. kamipun istirahat menyongsong hari esok melaksanakan thawaf ifadah , sa’i dan diakhiri dengan Tahalul sebagai akhir dari semua proses ritual pelaksanaan ibadah haji tinggal 1 lagi wajib haji yang perlu dilaksanakan yaitu  thawaf wada saat meninggalkan kota Mekah nanti.

Setelah tahalul tsani semua bersujud dan bersyukur kami menangis ,berangkulan penuh haru karena rukun/wajib haji telah dilaksanakan sesuai buku pedoman dari Departemen Agama RI, semoga ibadah kami diterima oleh Allah SWT. Amiin yaa robal Alamiin...  Selanjutnya masih ada waktu 10 hari lagi di kota Mekah sebelum berangkat ke Madinah untuk melaksanakan ibadah shalat arbain di Masjid Nabawi dan kembali ke tanah air, kekampung halaman berkumpul kembali dengan keluarga dan handai tolan dengan membawa kenangan indah ritual pelaksanaan ibadah haji yang syarat dengan ujian kesabaran dan keikhlasan, wisata rohani yang tak akan terlupakan, salah satunya adalah perjalanan pulang dari Mina Ke Mekah Al Mukaromah. Amin..

Technorati Tags: ,



  1. Thanks telah mampir, di Blog ini..

Related Posts:


0 comments:

Post a Comment

 

Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme ! Converted into Blogger Template by Bloganol dot com ! Modified by Tiras Tea ! Blogger