Bewara

HANYA BLOG ARSIP

Blog ini hanya arsip  n tempat tray out. Soo.. jangan heran kalau  tampilannya gonta-ganti .. bila sobat   kebetulan mampir/nyasar kesini. jangan lama2 , ntar kualat.. kembali aja ke blog induknya di :

  1. Saung Web
  2. Saung Link
  3. Link Tea

Monday, August 24, 2009

Islam Tidak Mengajarkan Kekerasan


Sebuah renungan di bulan Suci Ramadhan : Islam Tidak Mengajarkan Kekerasan.

Stigma Islam Sebagai agama teroris yang berkembang ditengah masyarakat apalagi pasca Ledakan Bom di Mega Kuningan dan tertangkapnya atau tertembaknya para pelaku kembali menguat, ini jelas perlu diluruskan`. Karena pada prinsipnya Islam sebagai agama yang mengajarkan kasih sayang, penuh cinta kasih, damai dan  lemah lembut , Islam Tidak Mengajarkan Kekerasan .


Dari berbagai ulasan dan pendapat para tokoh dan ulama terkait dengan stigma diatas menganggap bahwa katanya teroris itu salah dalam memahami Islam ,  padahal Islam adalah agama damai , rahmatan lil aalamiin yang menjamin keselamatan bagi seluruh isi alam . Jadi apa mungkin orang memahaminya dengan baik dan benar akan melakukan teror ???.


Allah telah menciptakan manusia dan alam semesta termasuk isinya dengan beraneka ragam, manusia ada laki dan perempuan, ada yang berkulit putih, hitam , sawo matang dsb, begitu juga mahluk lainnya seperti tumbuhan, hewan, batuan, dsb,  berarti kemajemukan ini sudah merupakan sunatullah . Untuk itu seyogyanya seluruh umat Islam harus menghargainya ?.


Senada dengan hal diatas Guru besar STAIN Cirebon Prof,DR.H.Abdullah Ali MA dalam kolom Percikan Radar Cirebon 17 Pebruari 2006 mengatakan : Umat islam di Indonesia seharusnya memahami kemajemukan, dan merupakan sunatullah ( hukum alam). Karena Allah menciptakan manusia dan alam semesta dengan segala isinya dengan bervariasi, beraneka ragam, kemajemukan sebenarnya sangat dihargai dalam ajaran Islam . Karena Islam sebagai agama Allah yang sesuai dengan fitrah kemanusiaan. Salah satu fitrah itu adalah kemajemukan yang hakekatnya bersumber dari ajaran Islam “ ungkapnya.


Mantan ketua ICMI Orsat Cirebon ini menjelaskan. Agama hendaknya berfungsi sebagai media intergrasi ditengah kemajemukan masyarakat serta pluralisme paham, golongan, sekte dan mazhab. Melalui pendekatan konflik ideologi secara fungsional. Setiap umat beragama termasuk umat Islam mestinya dapat mengendalikan egoisme pendapat dan fanatisme golongan. Karena belum tentu pendapat atau ideologi yang dipertahankan adalah suatu kebenaran yang mutlak. Dengan keyakinan bahwa mutlak benar hanya Allah, manusia hanya penafsir berdasarkan pengetahuan yang dimiliki.


Hakekat agama sebenarnya sebagai jalan hidup menuju keselamatan dan kebahagiaan, memberikan peluang terbuka kepada masyarakat untuk hidup dalam kemajemukan. Bahkan kalaupun ada konflik karena perbedaan, pada dasarnya bisa dipertemukan secara fungsional untuk saling mengisi dan melengkapi. “ Jelasnya.


Semua yang dipaparkan diatas hanya sebagai renungan saja, saya tak berani mengambil kesimpulan mana yang benar dan mana yang tidak benar. Yang jelas sekarang ini kita sedang berada di bulan suci Ramadhan, saya hanya berani menyampaikan… mari kita laksanakan ibadah puasa ini dengan penuh hidmat, penuh ketaqwaan dan keikhlasan. Kita yakini bahwa Islam adalah agama yang dibawa oleh Rasulullah -  Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi seluruh alam dan diajarkan dengan ahlak mulia tanpa kekerasan . Dengan demikian jelas bahwa Islam Tidak Mengajarkan Kekerasan .

 



  1. Thanks telah mampir, di Blog ini..

Related Posts:


 

Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme ! Converted into Blogger Template by Bloganol dot com ! Modified by Tiras Tea ! Blogger