Bewara

HANYA BLOG ARSIP

Blog ini hanya arsip  n tempat tray out. Soo.. jangan heran kalau  tampilannya gonta-ganti .. bila sobat   kebetulan mampir/nyasar kesini. jangan lama2 , ntar kualat.. kembali aja ke blog induknya di :

  1. Saung Web
  2. Saung Link
  3. Link Tea

Friday, November 13, 2009

Kisah Teladan Umar Bin Abdul Aziz (3)


Kisah Teladan Umar Bin Abdul Aziz (3) ini masih rangkaian dari kisah teladan sebelumnya yaitu Kisah Teladan Khalifah Umar Bin Abdul Aziz bagian 1 dan bagian 2 , kali ini kisahnya tentang :

  1. Saat Umar Bin Abdul Aziz Dibaiat Menjadi Khalifah.
  2. Orang Yang Zuhud, Adil Dan Rendah Hati
  3. Percakapan Dengan Putranya Setelah Jadi Khalifah

Selengkapnya Inilah Kisah Teladan Umar Bin Abdul Azis (3) itu :

1. Saat Umar Bin Abdul Aziz Dibaiat Menjadi Khalifah .

Dia dibaiat menjadi khalifah pada usia 37 tahun  setelah wafatnya Sulaiman bin Abdul Malik , sebagai orang yang zuhud  dia tak menyukai jabatan ini. Kemudian dia berbicara dihadapan orang-orang yang dia kumpulkan di mesjid untuk shalat berjamaah ; “ Wahai manusia ! Saya telah diuji untuk mengemban tugas ini tanpa dimintai pendapat, tanpa permintaan dari saya, atau musyawarah kaum Muslimin.   Maka sekarang ini saya membatalkan baiat yang kalian berikan dan untuk selanjutnya pilihlah khalifah yang kalian suka!” Tetapi orang-orang yang hadir dengan serempak mengatakan, “Kami telah memilih engkau wahai Amirul Mukminin. Perintahlah kami dengan kebahagiaan dan keberkatan !” Setelah itu dia lalu menyuruh semua orang untuk bertaqwa, untuk tidak menyukai dunia dan menyukai akhirat, kemudian berkata, “Wahai manusia! Barang siapa menaati Allah, wajib ditaati, siapa yang mendurhakai-Nya tidak boleh ditaati oleh seorangpun. Wahai manusia ! Taatilah saya selama saya menaati Allah dalam memerintahmu dan jika saya mendurhakai-Nya tidak ada seorangpun yang boleh mentaati saya.” Lalu dia turun dari mimbar.

2. Orang  yang Zuhud, Adil Dan Rendah Hati .

Dikisah yang lain , Dari Malik bin Dinar, dia berkata, "Orang-orang berkata, Malik bin Dinar adalah orang yang zuhud " , akan tetapi sebenarnya orang yang bisa dikatakan zuhud itu adalah Umar bin Abdul Aziz yang dikaruniai kemewahan dunia dengan segala isinya akan tetapi dia memilih untuk meninggalkannya."

Umar pernah mengumpulkan sekolompok ahli fikih dan ulama dan mengatakan, “Saya mengumpulkan tuan-tuan ini untuk meminta pendapat mengenai hasil tindak curang yang berada pada keluargaku (pejabat sebelumnya).” Mereka mengatakan, “Itu semua terjadi sebelum masa pemerintahanmu. Maka dosanya berada pada yang merampasnya.” Umar tidak puas dengan pendapat itu dan mengambil pendapat kelompok lain, di dalamnya termasuk putranya Abdul Malik yang mengatakan kepadanya, “Saya berpendapat, hasil-hasil itu harus dikembalikan kepada yang berhak, selama engkau mengetahuinya. Jika tidak dikembalikan engkau telah menjadi patner mereka yang merampasnya dengan curang.” Mendengar itu Umar puas dan langsung berdiri untuk mengembalikan hasil-hasil tindak kecurangan itu.

Kerendahan hati Khalifah Umar juga dapat digambarkan seperti saat menjamu Raja' bin Haiwah. Raja'  bercerita saat bertamu pada malam hari saat lampu mati. Ketika ia berniat memperbaikinya justru Khalifah Umar bin Abdul Aziz melarang dan memperbaikinya sendiri. " Jika kamu duduk, maka aku tetap Umar bin Abdul Aziz (orang biasa yang tak perlu diistimewakan). Dan jika kamu berdiri, maka aku juga tetap Umar bin Abdul ‘Aziz yang celakalah karena memperkerjakan tamunya " , kata Umar.

3. Percakapan Dengan Putranya Setelah Menjadi Khalifah .
Sesampainya di rumah, Umar pergi ke tempat tidur untuk istirahat. Tetapi belum sempat membaringkan badannya, putranya, Abdul Malik datang menghampirinya. Ketika itu usia anaknya 17 tahun. Dia mengatakan, “Apa yang hendak engkau lakukan wahai Amirul Mukminin?” “Oh putraku, aku hendak istirahat sebentar, dalam tubuhku tidak ada kekuatan lagi.” jawab Umar. Abdul Malik berkata lagi, “Apakah engkau istirahat sebelum mengembalikan hak yang dirampas dengan jalan curang kepada yang punya?” Umar menjawab, “Putraku, tadi malam saya begadang untuk mengurus pamanmu, Sulaiman dan nanti waktu Dzuhur saya akan shalat bersama orang-orang dan Insya Allah akan mengembalikan hak-hak yang diambil secara curang itu kepada yang punya.” Abdul Malik berkata lagi, “Siapa yang bisa menjamin dirimu akan hidup sampai Dzuhur wahai Amirul Mukminin?” Serta merta Umar berdiri, lalu mencium dan merangkul anaknya, serta mengatakan, “Segala puji bagi Allah yang telah mengeluarkan dari tulang rusukku seseorang yang menolongku dalam beragama.” Seketika itu juga dia memerintahkan untuk menyeru semua orang, bahwa barang siapa pernah dicurangi orang lain, agar melapor. Umar pun mengembalikan hak-hak yang dirampas dengan curang itu kepada yang punya.

Source :  Kisah Islam , dll

Technorati Tags: Kisah Teladan,Umar Bin Abdul Aziz



  1. Thanks telah mampir, di Blog ini..

Related Posts:


 

Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme ! Converted into Blogger Template by Bloganol dot com ! Modified by Tiras Tea ! Blogger