Bewara

HANYA BLOG ARSIP

Blog ini hanya arsip  n tempat tray out. Soo.. jangan heran kalau  tampilannya gonta-ganti .. bila sobat   kebetulan mampir/nyasar kesini. jangan lama2 , ntar kualat.. kembali aja ke blog induknya di :

  1. Saung Web
  2. Saung Link
  3. Link Tea

Sunday, April 18, 2010

Gayus Tambunan Vs Tagihan Pajak


Tak dipungkiri Gayus Tambunan seorang PNS golongan IIIA Ditjen Pajak ini telah jadi Man Of The Week, nama dan sepak terjangnya berkaitan dengan Makelar Kasus (Markus) Pajak menyebar kesetiap pelosok  nusantara via  pemberitaan  berbagai media cetak dan elektronik.  Ketika untuk kesekian kalinya saya lihat/dengar berita ini.  Saya jadi ingat kejadian pada Januari 2010 kemarin baru kena STP alias Surat Tagih Paksa  soal pajak penghasilan WP Badan yang sebenarnya sudah 5 tahun tak ada aktifitas. Dari sinilah ide posting tentang Gayus Tambunan Vs Tagihan Pajak ini muncul .

Sebenarnya Judul Artikel ini tak ada kaitan pribadi dengan Bung Gayus Tambunan, ini murni soal Tagihan Pajak . Ceritanya saya punya badan hukum berbentuk CV dan sejak tahun 2004 tidak ada aktifitas boleh dikatakan bangkrut. Setiap tahun memang aturannya harus laporan walaupun nihil.. dan tahun 2008 tidak laporan karena lupa  .. yaa akhirnya dapat STP  alias Surat Tagih Paksa, jadi ini murni buah dari kelalaian dalam laporan dan akibatnya kena denda sebesar  1 juta rupiah .

Saya baru sekali mendapat STP macam ini , risih dan ngeri juga  juga membacanya, disurat itu ada kata2 sangsi seperti ini :

SURAT PAKSA

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. KEPALA KANTOR PELAYANAN PAJAK

Menimbang,  Nama wajib pajak …dst..

Menunggak Pajak seperti tercantum dibawah ini :… sebesar Rp.1.000.000,-

Dengan ini :

  1. Memerintahkan wajib pajak untuk membayar jumlah tunggakan sebesar tersebut ke Bank Persepsi / Kantor Pos ditambah dengan biaya penagihan dalam waktu 2 x 24 jam sesudah pemberitahuan Surat Paksa ini.
  2. Memerintahkan kepada Jurusita yang melaksanakan Surat Paksa ini atau Jurusita yang ditunjuk untuk melanjutkan pelaksanaan Surat Paksa untuk melakukan penyitaan atas barang2 milik Wajib Pajak/ Penaggung Pajak apabila dalam waktu 2x24 jam perintah dalam butir 1 diatas tidak dipenuhi.

Kira2 itulah inti dari isi STP ini.. jadi kebayang kalau nunggaknya puluhan atau ratusan juta bahkan milyar , cukup merinding juga.. Akhirnya sebagai warga negara yang taat akan aturan.. dan karena kesalahan sendiri maka dengan penuh tanggung jawab besoknya menghadap ke Kantor Pelayanan Pajak dan pergi ke Kantor Pos untuk membayar tagihan itu. 

Dengan pengalaman ini bagi sobat2 yang punya kewajiban  bayar Pajak baik itu perorangan atau Badan sebaiknya jangan lupa bahwa pada setiap akhir Maret adalah batas akhir  laporan tersebut.

Satu  juta rupiah hari ini melayang dari dompetku untuk disetorkan ke Negara tercinta ini akibat lalai dalam laporan. .. samar2 dompetku berkata lirih “ ooh aku merasa telah kecopetan hari ini”.. ooh Gayus Tambunan ..ooh Tagihan Pajak … 



  1. Thanks telah mampir, di Blog ini..

Related Posts:


 

Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme ! Converted into Blogger Template by Bloganol dot com ! Modified by Tiras Tea ! Blogger